Mengubah ide sampai konsisten posting bukan soal niat, tapi soal sistem. Berikut langkah praktis dan realistis supaya ide tidak berhenti di kepala saja
1. Turunkan Ide Besar → Ide Kecil
Masalah umum: idenya terlalu besar, jadi takut mulai. Contoh: “Konten edukasi leadership”. Kerucutkan menjadi:
- 1 kesalahan leader pemula
- Cara komunikasi tanpa menyakiti tim
- Contoh konflik di tempat kerja
- Kalimat yang sebaiknya dihindari leader
2. Gunakan Template Konten (Biar Tidak Mikir dari Nol)
Buat 3–5 template yang dipakai berulang. Contoh template:
- Kesalahan umum → Solusi
- Masalah → Dampak → Cara mengatasi
- Mitos vs Fakta
- Pengalaman pribadi → Insight → Pelajaran
- Tips 3 poin
Dengan template, kamu tinggal isi, bukan berpikir ulang.
3. Jadwalkan Waktu “Mikir Ide” & “Produksi”
Pisahkan antara waktu memikirkan ide (brain dump) dan waktu memproduksi (menulis / rekam). Contoh:
- Minggu: tulis 20 ide
- Senin: buat 5 konten
- Posting: tinggal upload
4. Terapkan Sistem Batch Content
Bikin konten sekaligus, bukan satu-satu. Contoh:
- 1 jam = 3 caption
- 2 jam = 5–7 konten
- 1 hari = stok 2 minggu
5. Turunkan Standar, Naikkan Konsistensi
Konten cukup bagus dan konsisten jauh lebih baik daripada Konten sempurna tapi jarang posting. Prinsip penting yang harus dimiliki adalah lebih baik posting 70% bagus, daripada 100% tapi sebulan sekali.
6. Tentukan Frekuensi Realistis
Jangan memaksakan diri, tentukan antara 2–3x seminggu (sangat ideal) atau 3x seminggu satu platform
7. Simpan “Bank Ide”
Setiap dapat ide, tulis di Notes / Notion / Google Docs dan jangan mengandalkan ingatan. Berikut beberapa kategori yang dapat dijadikan inspirasi:
- Edukasi
- Cerita
- Opini
- FAQ audiens
8. Posting Dulu, Evaluasi Belakangan
Kesalahan umum yang seringkali terjadi adalah menunggu kesiapan diri. Padahal audiens tumbuh karena kehadiran dan skill tumbuh karena praktek. Setelah 2–4 minggu, baru dapat dievaluasi topik mana yang hidup dan format mana yang ringan buat kamu