Quarter-life crisis adalah fase krisis emosional dan eksistensial yang biasanya dialami oleh orang-orang di usia 20-an hingga awal 30-an. Ini adalah masa ketika seseorang mulai mempertanyakan arah hidupnya, merasa cemas akan masa depan, dan mungkin merasa terjebak antara harapan dan kenyataan.
Ciri-ciri Quarter-life Crisis:
- Merasa bingung tentang tujuan hidup atau karier
- Merasa tertinggal dibanding teman sebaya
- Bingung ingin melanjutkan hidup seperti apa
- Tidak puas dengan pekerjaan, hubungan, atau gaya hidup
- Cemas soal keuangan, stabilitas, atau masa depan
Muncul pertanyaan seperti:
- "Apakah aku sudah memilih jalan hidup yang benar?”
- "Kenapa hidupku begini-begini saja?"
- "Aku mau jadi apa sebenarnya?"
Penyebab Umum:
- Peralihan dari masa kuliah ke dunia kerja
- Tekanan sosial (terutama dari media sosial)
- Ekspektasi dari keluarga atau diri sendiri
- Ketidakpastian karier atau hubungan jangka panjang
- Rasa takut gagal atau takut membuat pilihan yang salah
Cara Menghadapinya:
- Kenali dan terima perasaan itu – Wajar merasa bingung dan tidak pasti.
- Berhenti membandingkan diri – Setiap orang punya jalannya masing-masing.
- Refleksi diri – Tanya: Apa yang sebenarnya aku inginkan?
- Cari dukungan – Curhat ke teman, mentor, atau profesional (psikolog).
- Ambil langkah kecil – Kamu tidak harus punya semua jawaban sekarang.