Webinar Academy 129th

Emotional Intelligence (EQ) For Career

Created by  Mounev Academy

Collaboration With Kinasih Global

Last updated Jun, 01 2024

about course

Kecerdasan emosi memiliki peran dan pengaruh yang tinggi dalam dunia pekerjaan. Konsep emotional intelligence pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Peter Salovey dan John Mayer di sebuah artikel pada tahun 1990 yang kemudian populer lewat buku yang ditulis oleh Daniel Goleman Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Emotional intelligence merupakan kemampuan yang cukup diperhitungkan di dunia pekerjaan agar setiap individu di dalam perusahaan dapat memberikan hasil kerja yang berkualitas. 


Sederhananya, baik atau tidaknya pekerjaan yang dilakukan secara tidak langsung dipengaruhi oleh kualitas emotional intelligence yang dimiliki. Apabila memiliki emotional intelligence yang baik, maka kita akan mampu mengontrol emosi saat marah, peka terhadap perasaan orang lain, dan lain-lain. Kemampuan ini menjadi penting dalam komunikasi interpersonal, bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam dunia bisnis atau kerja.


Terkadang, kita membuat suatu pilihan berdasarkan firasat atau emosi yang sedang dirasakan. Apabila kita bisa memahami asal dan sumber emosi tersebut, terutama ketika bekerja dalam tim, maka kita bisa lebih selaras dengan anggota tim lainnya. Emotional intelligence menjadi penting di tempat kerja karena berfungsi untuk memahami, mengekspresikan, dan mengelola hubungan yang baik dengan orang lain, serta mampu menyelesaikan masalah di bawah tekanan. 


Terdapat lima indikator dari kecerdasan emosional; self-awareness, self-regulation, self-motivation, empathy, dan social skills. Dalam lingkup kerja, seseorang dengan level kecerdasan emosional yang rendah biasanya memiliki sifat seperti playing victim, melepas tanggung jawab dari kesalahan, memiliki gaya komunikasi yang pasif agresif, menolak untuk bekerja dalam tim, terlalu mengkritik atau tidak menghiraukan opini rekan kerjanya. Sementara, orang yang memiliki tingkat EQ yang tinggi cenderung dapat menyelesaikan masalah atau konflik dengan tepat, tetap tenang di bawah tekanan, memiliki empati yang lebih, serta merespons constructive criticism dengan baik.

course contents

reviews

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart