courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 298th

From Manager to Leader: Cara Pemimpin Membangun Kepercayaan

Created by  Mounev Academy

In Collaboration with Citizen OS Foundation

Last updated Jan, 24 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Pemimpin adalah seseorang yang mampu mempengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, bukan karena jabatan, tetapi karena kepercayaan dan keteladanan. Berikut penjelasan cara pemimpin membangun kepercayaan (trust) secara praktis dan relevan di lingkungan kerja modern:

1. Konsistensi antara kata dan tindakan

Kepercayaan tumbuh ketika pemimpin melakukan apa yang ia katakan. Jika aturan berlaku untuk tim, maka berlaku juga untuk dirinya sendiri. Ketidakkonsistenan meski kecil cepat merusak kepercayaan. Contoh: Menuntut disiplin waktu, tetapi pemimpin sendiri sering terlambat.

2. Transparan dan jujur

Pemimpin yang dipercaya tidak selalu punya jawaban, tapi jujur ketika belum tahu. Transparansi dalam pengambilan keputusan membuat tim merasa dihargai, bukan dimanipulasi. Trust bukan tentang selalu membawa kabar baik, tapi menyampaikan kebenaran dengan empati.

3. Mendengarkan secara aktif

Kepercayaan dibangun ketika tim merasa didengar, bukan hanya diperintah. Mendengarkan aktif berarti:

- Tidak memotong pembicaraan

- Tidak defensif

- Menanggapi dengan pemahaman, bukan pembenaran

4. Memberi kepercayaan lebih dulu

Pemimpin yang baik tidak micromanaging, tetapi memberi ruang bagi tim untuk bertanggung jawab. Ketika seseorang dipercaya, ia cenderung ingin menjaga kepercayaan tersebut. Trust is a two-way street.

5. Adil dan konsisten dalam bersikap

Favoritisme adalah pembunuh kepercayaan. Pemimpin perlu objektif dalam:

- Penilaian kinerja

- Pembagian tugas

- Pemberian feedback

Keputusan yang adil meski tidak menyenangkan tetap lebih dipercaya daripada keputusan yang tidak jelas.

6. Bertanggung jawab atas kesalahan

Pemimpin yang kuat tidak melempar kesalahan ke tim. Sebaliknya, ia berani berkata: β€œIni tanggung jawab saya.” Sikap ini menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety).

7. Peduli pada manusia, bukan hanya hasil

Kepercayaan tumbuh saat tim merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan angka. Empati, perhatian pada beban kerja, dan kesehatan mental tim membuat loyalitas dan trust meningkat.

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart