courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 297th

Intellectual Virtue: Fondasi Berpikir Sehat di Era Informasi

Created by  Mounev Academy

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Jan, 17 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Intellectual virtue adalah kualitas karakter yang membentuk cara kita berpikir, mencari kebenaran, dan merespons informasi. Ia bukan sekadar kemampuan kognitif (seperti IQ), tetapi sikap batin dalam menggunakan akal secara bertanggung jawab.

Contoh Kebajikan Intelektual

Beberapa kebajikan intelektual yang relevan di era informasi:

  • Intellectual humility: sadar bahwa pengetahuan kita terbatas dan mau mengakui kesalahan.
  • Open-mindedness: terbuka pada perspektif baru tanpa kehilangan nalar kritis.
  • Intellectual courage: berani mempertanyakan arus mayoritas dan keyakinan sendiri.
  • Intellectual diligence: tekun memeriksa fakta dan sumber, tidak mudah puas dengan informasi dangkal.
  • Fair-mindedness: menilai argumen secara adil, bahkan yang berlawanan dengan pandangan kita.

Mengapa Penting di Era Informasi?

Tanpa kebajikan intelektual, kita rentan terhadap:

  • Hoaks dan misinformasi,
  • Bias konfirmasi (hanya percaya yang sejalan dengan opini sendiri),
  • Polarisasi dan debat yang tidak sehat.

Sebaliknya, intellectual virtue membantu kita:

  • Memilah informasi secara kritis,
  • Berdiskusi dengan empati dan rasionalitas,
  • Mengambil keputusan yang lebih bijak—baik secara personal maupun profesional.

Intellectual Virtue sebagai Fondasi Berpikir Sehat

Berpikir sehat bukan berarti selalu benar, tetapi mau belajar, merevisi, dan bertumbuh. Intellectual virtue menanamkan kebiasaan berpikir yang:

  • Reflektif, bukan reaktif,
  • Berbasis kebenaran, bukan emosi semata,
  • Berorientasi pada pemahaman, bukan kemenangan argumen.

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart