courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 296th

Mencegah dan Menghadapi Masalah Mental Pada Remaja

Created by  Mounev Academy

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Jan, 10 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Berikut teknik parenting yang relevan dan aplikatif untuk mencegah serta menghadapi masalah mental pada remaja:

1. Bangun Komunikasi Aman & Terbuka

Dengarkan tanpa menghakimi (less advice, more listening)

Validasi perasaan anak (“Wajar kalau kamu merasa begitu”)

Jadwalkan quality time rutin (bukan hanya saat ada masalah)

Tujuan: Remaja merasa aman untuk bercerita sebelum masalah membesar.

2. Ajarkan Literasi Emosi Sejak Dini

  • Bantu anak mengenali dan menamai emosi (marah, cemas, kecewa)
  • Ajarkan cara mengekspresikan emosi dengan sehat
  • Orang tua menjadi role model dalam mengelola emosi

Tujuan: Mencegah emosi terpendam yang bisa berujung depresi atau ledakan emosi.

3. Kurangi Tekanan, Tingkatkan Dukungan

  • Bedakan antara motivasi dan tekanan berlebihan
  • Fokus pada proses, bukan hanya hasil akademik
  • Hargai usaha, bukan membandingkan dengan orang lain

Tujuan: Menurunkan risiko stres kronis dan burnout pada remaja.

4. Tetapkan Batasan yang Sehat (Healthy Boundaries)

  • Aturan jelas tapi fleksibel (jam tidur, gadget, pergaulan)
  • Libatkan anak dalam membuat kesepakatan
  • Konsisten tanpa kekerasan verbal maupun emosional

Tujuan: Remaja merasa aman, bukan dikontrol.

5. Waspadai Tanda Awal Masalah Mental

Orang tua perlu peka terhadap perubahan seperti:

  • Menarik diri secara sosial
  • Perubahan pola tidur & makan
  • Mudah marah atau sedih berkepanjangan
  • Prestasi menurun drastis
  • Menyakiti diri atau ucapan putus asa

Tujuan: Deteksi dini = peluang pemulihan lebih besar.

6. Normalisasi Bantuan Profesional

  • Hilangkan stigma ke psikolog/psikiater
  • Jelaskan bahwa mencari bantuan tidak sama dengan lemah
  • Dampingi anak saat proses konseling

Tujuan: Remaja tidak merasa sendirian menghadapi masalahnya.

7. Ciptakan Lingkungan Rumah yang Sehat Mental

  • Minim konflik terbuka di depan anak
  • Jaga komunikasi antar orang tua
  • Rumah sebagai tempat aman, bukan sumber ketakutan

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart