courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 142th

Menyembuhkan Trauma Broken Home

Created by  Mounev Academy

Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Jun, 20 2024

Rp20.000

Go to Cart

about course

"Broken home" adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan keluarga yang mengalami disfungsi, konflik, atau perpecahan yang signifikan, seperti perceraian, perpisahan, atau masalah keluarga lainnya yang berdampak pada anggota keluarga, terutama anak-anak. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan "broken home" mungkin menghadapi berbagai tantangan emosional dan psikologis. Berikut beberapa dampak dari broken home, yaitu:

Pertama, kesehatan mental. Anak-anak dari keluarga broken home lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Kedua, kesejahteraan sosial. Mereka mungkin merasa terisolasi atau mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Ketiga, kepercayaan dan keamanan. Anak-anak mungkin mengalami masalah kepercayaan dan merasa tidak aman dalam hubungan mereka.

Keempat, perilaku berisiko. Mereka mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko seperti penggunaan narkoba, alkohol, atau aktivitas kriminal.

Selain itu, ciri-ciri dari anak broken home, yaitu: pertama, anak-anak mungkin menunjukkan perilaku bermasalah di sekolah atau rumah, seperti agresivitas, pemberontakan, atau kenakalan. Kedua, prestasi akademis mereka mungkin menurun akibat kurangnya dukungan emosional dan stabilitas di rumah. Ketiga, mereka mungkin mengalami kecemasan, depresi, rasa tidak aman, atau perasaan rendah diri. Keempat, anak-anak mungkin mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dengan teman sebaya atau pasangan di masa depan. Kelima, beberapa anak mungkin merasa harus mengambil peran orang dewasa di rumah, merawat saudara-saudara mereka atau membantu mengurus rumah tangga.

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart