courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 262th

Psikologi Di Balik Paranormal Beliefs

Created by  Mounev Academy

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Sep, 06 2025

Rp50.000

Go to Cart

about course

Kepercayaan terhadap hal-hal paranormal—seperti hantu, indra keenam, atau kejadian supranatural—memiliki dasar psikologis yang kompleks. Berikut penjelasan singkat mengenai psikologi di balik paranormal beliefs, dilihat dari berbagai perspektif:

  1. Kebutuhan Kognitif: Mencari Pola dan Makna


Manusia secara alami pattern-seeking creatures. Kita suka mencari makna dari kejadian acak. Contoh: Mendengar suara di malam hari → “Jangan-jangan itu hantu.” Psikologi kognitif menyebut ini sebagai apophenia (melihat pola yang tidak ada) atau pareidolia (melihat wajah dalam awan, dll).

  1. Keinginan Mengontrol Ketidakpastian


Ketika orang berada dalam situasi stres, kehilangan, atau merasa tidak punya kontrol, mereka lebih rentan percaya pada hal-hal supranatural. Ini jadi bentuk coping mechanism. Contoh: Percaya ramalan karena hidup terasa tidak pasti.

  1. Fungsi Emosional dan Eksistensial


Kepercayaan paranormal bisa memberikan rasa tenang, harapan, atau jawaban atas hal-hal yang belum bisa dijelaskan oleh sains. Misalnya: Percaya arwah masih ada bisa membantu seseorang mengatasi duka.

  1. Pengaruh Sosial dan Budaya


Lingkungan dan budaya sangat berpengaruh. Kalau dari kecil kita tumbuh di komunitas yang mempercayai hal-hal mistis, kita cenderung menyerap itu sebagai “normal”. Ini termasuk bagian dari social learning dan normative influence.

  1. Kurangnya Literasi Sains dan Kritis


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan berpikir kritis dan pendidikan ilmiah bisa membuat seseorang lebih mudah percaya pada hal-hal irasional. Tapi ini bukan berarti orang yang percaya itu "bodoh" — sering kali, kepercayaan paranormal menyangkut hal yang sangat emosional dan simbolis.


  1. Kecenderungan Kepribadian Tertentu


Orang dengan tingkat tinggi openness to experience (salah satu dimensi Big Five Personality) cenderung lebih terbuka pada pengalaman luar biasa, termasuk hal paranormal. Juga ditemukan hubungan dengan schizotypal traits (seperti magical thinking atau percaya pada intuisi ekstrasensori).

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart