Self-boundaries (batasan diri) adalah kemampuan seseorang untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya secara emosional, mental, fisik, waktu, dan energi serta berani menjaganya secara konsisten.
Mengapa self-boundaries penting?
- Melindungi kesehatan mental & emosional
- Mencegah kelelahan (burnout) dan rasa dimanfaatkan
- Membantu hubungan jadi lebih sehat & jelas
- Membuat kita lebih fokus pada prioritas sendiri
Tanpa boundaries, orang cenderung:
- Sulit berkata “tidak”
- Merasa bersalah saat memilih diri sendiri
- Terus mengalah meski lelah atau tidak setuju
Jenis-jenis self-boundaries
1.Emotional boundaries
→ Tidak mengambil tanggung jawab atas emosi orang lain
Contoh: tidak merasa harus “menyelamatkan” semua orang
2.Time boundaries
→ Mengatur waktu kerja, istirahat, dan personal
Contoh: menolak chat kerja di luar jam tertentu
3.Mental boundaries
→ Menghargai pendapat sendiri walau berbeda
Contoh: tidak memaksakan setuju hanya agar diterima
4.Physical boundaries
→ Batasan sentuhan & ruang pribadi
Contoh: berani menolak kontak fisik yang membuat tidak nyaman
5.Work/professional boundaries
→ Menentukan kapasitas & peran kerja
Contoh: tidak mengambil tugas di luar jobdesc tanpa kesepakatan