courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Academy 294th

Situationship Detox

Created by  Mounev Academy

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Dec, 28 2025

Rp50.000

Go to Cart

about course

Di era digital dan hookup culture, banyak hubungan yang tidak lagi berbentuk “pacaran jelas” — tetapi berubah menjadi bentuk-bentuk ambigu dan tidak stabil. Fenomena ini sangat terkait dengan biologi otak, psikologi relasi, dan attachment style seseorang.

  1. Situationship: hubungan ambigu, tidak didefinisikan, tidak ada komitmen, tapi ada kedekatan emosional/romantis. Berikut ciri-cirinya:
  • Intens tapi tidak jelas status
  • Banyak “mixed signals”
  • Hubungan tidak berkembang
  • Salah satu berharap lebih, yang lain tidak
  1. FWB (Friends With Benefit): berteman tapi ada unsur seksual tanpa komitmen romantis. Berikut ciri-cirinya:
  • Umumnya sepakat “tanpa perasaan” di awal
  • Sering berakhir tidak simetris (satu jatuh cinta, satu menjaga jarak)
  • Bisa memicu kedekatan emosional karena seks meningkatkan bonding hormon
  1. Ghosting: hilang tiba-tiba tanpa penjelasan. Berikut ciri-cirinya:
  • Komunikasi terputus
  • Tidak ada penutupan (closure)
  • Meninggalkan pihak yang ditinggal dalam ketidakpastian
  1. Breadcrumbing: memberi perhatian kecil–kecil pas butuh, hanya cukup untuk menjaga seseorang tetap tertarik tetapi tidak pernah benar-benar berkomitmen. Berikut ciri-cirinya:
  • Like IG story sesekali
  • Chat seminggu sekali
  • Memberi harapan ambigu
  • Muncul-hilang tanpa arah

Situationship/FWB/ghosting/breadcrumbing dapat berdampak pada self-esteem (harga diri):

  • Membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya
  • Merasa tidak cukup baik
  • Merasa ditolak
  • Merasa harus “berusaha lebih” untuk mendapatkan perhatian
  • Fokus pada pleasing behavior
  • Merasa loveable hanya ketika diberi perhatian

Kemudian, self-esteem menurun karena:

  • Tidak ada kepastian → merasa dirinya tidak layak diperjelas
  • Sering dibandingkan (real or perceived)
  • Validasi tergantung orang lain
  • Terbiasa dengan attention crumbs (remah perhatian)

Hal ini bisa berubah menjadi:

  • People pleasing
  • Fear of abandonment
  • Dependency
  • Meragukan intuisi dan boundaries sendiri

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart